Medan, (ANTARA) – Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo
Nugroho mengatakan, naiknya peringkat Bank Sumut menjadi bank devisa
telah membuat pelayanan bank daerah ini makin beragam.
“Dengan status baru, Bank Sumut sudah dapat melayani transaksi devisa
yang sangat dibutuhkan oleh eksportir dan importir di daerah
ini,”katanya di Medann Minggu.
Menurutnya dengan naik peringkatnya Bank Sumut sekaligus meningkatkan
kontribusi Bank Sumut dalam menggerakkan roda perekonomian Sumatera
Utara.
Gatot juga mengajak seluruh warga dan pengusaha di daerah itu untuk
menggunakan jasa Bank Sumut untuk semua aktifitas perbankan sehari-hari.
Selain itu, katanya, sebagai bank devisa Bank Sumut dapat pula melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.
Bank Sumut sekarang dapat melayani jasa-jasa berkaitan dengan mata
uang asing seperti transfer keluar negeri, jual beli valuta asing,
transaksi eksport import, dan jasa-jasa valuta asing lainnya.
Dia berharap dengan status baru ini, Bank Sumut dapat terus
meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Ketatnya persaingan dunia
perbankan tentu menjadi tantangan besar untuk mewujudkan bank yang
professional dan tata kelola yang baik.
Menjadi bank yang sehat sudah pasti akan membuat Bank Sumut dapat memberikan kontribusi bagi seluruh warga Sumatera Utara.
“Dengan status sebagai bank devisa, marilah kita tingkatkan pelayanan
kepada publik. Dalam waktu dekat kita juga akan go public sebagai
bagian merespon perubahan.mari kita bertekad pelayanan Bank Sumut ke
depan semakin baik dan professional,” kata Gatot.
Direktur Umum PT Bank Sumut M Yahya menjelaskan, tercapainya status
sebagai bank devisa merupakan kebahagiaan sekaligus prestasi bersama
seluruh keluarga besar Bank Sumut.
Menurut dia, besarnya transaksi ekspor impor di Sumatera Utara
menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan status Bank Sumut
menjadi Bank Devisa.
Hal tersebut dapat dilihat dari Neraca perdagangan (trade balance)
Sumut pada tahun berjalan masih berada dalam kondisi surplus sebesar Rp
8,9 triliun, masih lebih besar dari APBD Sumut tahun anggaran 2012
sebesar Rp 7,68 triliun (116 persen).
Di samping itu , terdapat calon nasabah potensial Bank Sumut yang
kegiatan usahanya merupakan kegiatan perdagangan ekspor dan impor.
Setidaknya 10 persen sampai 20 persen transaksi ekspor-impor di
Sumatera Utara dapat dilayani Bank Sumut sebagai target tahap pertama
setelah menjadi Bank Devisa.
“Sungguh kebahagian tersendiri telah dapat mewujudkan rencana bisnis
Bank Sumut sebagai bank umum devisa pada tahun 2012 ini,”kata Yahya.
Namun pihaknya menyadari, tantangannya cukup berat, karena krisis
ekonomi global yang terjadi di sejumlah negara ikut menyebabkan
pertumbuhan ekonomi di banyak negara khususnya Asia juga mengalami
perlambatan.***2***(T.M034/C/B008/B008)
(T.M034/C/B008/B008)
http://www.antarasumut.com/bank-sumut-jadi-bank-devisa
Home »
» Bank Sumut Jadi Bank Devisa
Posting Komentar