Pengamat Belanja Keuangan Daerah, Menyoroti Belanja Di Dinas Kesehatan Kota Medan
Zulham Efendi Fraksi PKS Advokasi Warga Korban Begal
Zulham Efendi Advokasi Bantuan Hibah Untuk Pembangunan Sekolah
Soal Asap, Jokowi Diharapkan Dengar Gagasan PKS
BS, JAKARTA - Politikus PKS Refrizal menilai urgensi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kebakaran Hutan dan Lahan bisa saja hilang.
Hal itu terjadi bila Presiden Joko Widodo segera menetapkan persoalan asap tersebut sebagai bencana nasional.
"Kalau bisa segera menetapkan sebagai bencana asap, urgensi pembentukan pansus (asap) akan hilang. Kan sekarang pansus belum terbentuk, jadi pak Jokowi bisa mendahului itu dengan menyatakan sebagai bencana nasional," kata Refrizal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/10/2015).
Ia mengatakan dengan status bencana nasional maka Presiden Jokowi dapat mengerahkan seluruh kekuatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Mudah-mudahan pak Presiden mendengar ini, karena kan beliau sedang di daerah bencana, dia harus cepat koordinasi ke semua menko, TNI, Polri, menjadikan ini bencana nasional," tutur Refrizal.
Diketahui, DPR sedang membentuk pansus asap dengan dukungan dari delapan fraksi di DPR RI.
Tujuan pembentukan pansus tersebut membantu pemerintah tanpa mengganggu penanganan asap yang saat ini tengah dilakukan pemerintah.
"Partai-partai ini siap juga membantu dibelakang. Kalau sama-sama matiin kan smakin cepat. Bukan hanya BNPB saja jadinya, ini harus jadi bencana nasional," ujar Anggota Komisi VI DPR itu.
Posted BINGKAI SUMUT
Luhut Ancam Pembuat ‘Meme’ Jokowi, Pengamat: ‘Trio Singa Istana’ yang Takut Direshuffle
BS– Ancaman Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan pada pembuat “meme” Presiden Joko Widodo, menjadi sinyal bahwa di era Jokowi ada kecenderungan kebebasan berpendapat dan berkreasi dibatasi.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (27/10). “Harusnya Menkopolhukam Luhut tidak perlu sampai mengancam seseorang yang membuat meme, biarlah rakyat yang menilai kelakuan Presidennya sendiri,” tegas Muslim Arbi.
Menurut Muslim, pernyataan Luhut tersebut sangat bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi. “Apapun kritikan harus diterima. Nampaknya Luhut ini menjadi tukang pukulnya Jokowi yang akan mempermasalahkan secara hukum orang yang membuat meme Presiden,” ungkap Muslim.
Muslim menduga, sikap keras Luhut itu tidak lain agar terhindar dari reshuffle kabinet. “Luhut sedang cari perhatian agar tidak direshuffle. Padahal Luhut itu bagian dari ‘Trio Singa Istana’ yang sudah sejak lama dikritisi PDIP,” papar Muslim.
Di sisi lain, Muslim memperkirakan, Luhut akan terus dipertahankan oleh Jokowi karena dianggap sebagai orang yang loyal dan berani menghadapi lawan politik. “Jokowi sangat butuh orang-orang seperti Luhut,” jelas Muslim.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat meme Presiden Jokowi. “Sekarang kamu mau enggak saya lecehkan? Enggak mau kan? Ya sudah. Kalau kamu enggak mau, saya juga enggak mau, kan begitu, apalagi presiden, presiden kan simbol negara,” kata Luhut kepada media di Kantor Wakil Presiden Jakarta
Posted BINGKAI SUMUT
Prabowo: Jaksa Agung Harus Amanah Tidak Terkontaminasi Politik
BS– Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengharapakan Jaksa Agung dapat menunjukkan kapasitasnya dalam penegakan hukum. Ia berharap posisi jabatan yang diembannya tidak terkontaminasi politik.
“Jadi sebagai pejabat negara seperti Jaksa Agung tentunya harus amanah, profesional, dan bertanggung jawab. Jangan ada kepentingan ego sektoral dalam penegakan hukum,” ujar Prabowo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10/2015).
Prabowo mengaku mendengar juga terkait sorotan publik yang menyebutkan Jaksa Agung dinilai memiliki keterlibatan dalam kasus suap penanganan bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kendati demikian, Prabowo meminta pemerintah melakukan pembuktian lebih awal sebelum akhirnya melakukan pencopotan.
“Ya kalau soal copot mencopot itu hak prerogatif Presiden Joko Widodo,” ujarnya.
Sementara itu, Politisi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan sangat kecil kemungkinan bagi Jaksa Agung untuk mengelak keterlibatannya dalam kasus yang menyeret mantan Sekjend Nasdem Rio Capella. Pasalnya, dalam fakta persidangan ada yang menyebut nama HM Prasetyo.
Oleh karena itu, desakan pencopotan Prasetyo sebagai Jaksa Agung sudah tidak bisa dikategorikan sebagai hal yang politis.
“Unsur politisnya dimana? Kan terdakwa yang mengaku dalam persidangan. Sekarang yang pragmatis siapa? Wajar jika rakyat protes keras jika penegak hukum terlibat dalam kasus korupsi,” tandasnya.
Masinton menilai tebang pilih dalam membongkar kasus-kasus hukum mengindikasikan adanya permainan politik yang ditunjukkan Jaksa Agung.
“Contohnya kasus PT Mobile 8. Jika tak ingin dituding ada unsur politis, maka seharusnya kejaksaan bongkar juga kasus kredit fiktif PT CGN dengan Bank Mandiri. Berani tidak? Jika Jaksa Agung terbukti terlibat dalam kasus bansos Sumut, maka harus diproses hukum juga. Jadi tidak hanya dicopot. Hukum itu harus adil, siapapun yang diduga terlibat dalam kasus, ya diperiksa,” paparnya.
Posted BINGKAI SUMUT
Ratusan Balita Jambi Derita ISPA Pneumonia akibat Asap
BS, Jambi - Sedikitnya 181 balita di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dilaporkan menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pneumonia. Ini sebagai akibat dari kabut asap ](2345282 "")di daerah itu yang tak kunjung hilang, bahkan semakin tebal.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bungo, Dini Silvia mengatakan, dari data yang ada jumlah balita penderita ISPA mulai terlihat meningkat sejak September 2015.
"Sebanyak 181 balita itu selama September saja. Angka itu meningkat tajam jika dibandingkan pada Juli yang hanya 50 balita dan 65 balita pada Agustus," ujar Dini di Jambi, Kamis 22 Oktober 2015.
Menurut Dini, peningkatan penderita ISPA pada balita karena kondisi kabut asap di Kabupaten Bungo sudah masuk kategori berbahaya. Untuk itu, ia mengimbau agar warga waspada dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah serta menjaga anak-anak secara intensif, khususnya balita.
"Apalagi balita sangat rentan akan kondisi udara dan kabut asap seperti ini. Jika dilihat rerataannya, penderita ISPA pada balita di Bungo hampir merata tiap kecamatan," tambah Dini.
Kabupaten Bungo menjadi salah satu daerah terdampak kabut asap di Provinsi Jambi. Kabut asap juga terasa hampir di seluruh wilayah di Jambi. Dari data Dinkes Provinsi Jambi, akibat kabut asap selama 3 bulan terakhir, 80 ribu lebih warga Jambi terkena ISPA.
Posted BINGKAI SUMUT
Demi Pencitraan, Ini Dia Trik Jokowi Korbankan Sudirman Said
BS– Sinyal yang diberikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk mempercepat perpanjangan kontrak PT Freeport menjadi indikasi kuat bahwa Presiden Joko Widodo akan segera memperpanjang kontrak PT Freeport.
Sinyalemen itu disampaikan pengamat politik Ahmad Yazid kepada intelijen (21/10). “Kalau kemarin Jokowi bilang, akan berfikir tentang kontrak Freeport, itu hanya pencitraan saja. Jokowi tak akan berani melawan AS. Teten orang kepercayaan Jokowi, tidak mungkin bohong,” ungkap Ahmad Yazid.
Kata Yazid, rakyat sudah menduga, Menteri ESDM Sudirman Said sebagai profesional hanya mengikuti perintah atasan. “Selama ini yang diungkapkan Sudirman Said sesuai arahan Presiden Jokowi. Tetapi tiba-tiba Jokowi mengubah hal itu hanya untuk mendapatkan dukungan dari rakyat saja,” papar Yazid.
Yazid pesimis kalangan DPR akan mengkritisi kebijakan Jokowi yang memperpanjang kontrak PT Freeport. “DPR dan Istana sama saja. Ujung-ujungnya proyek bersama,” jelas Yazid.
Sebelumnya, Teten Masduki memberi sinyal mendukung Menteri ESDM yang ingin Freeport bisa memperoleh perpanjangan kontrak dalam tempo cepat. Bahkan tanpa menyebut angka pasti, Teten menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa kolaps tanpa ada setoran dari Freeport.
“Kontrak Freeport berakhir 2021, dan sesuai Undang-Undang baru bisa dibahas perpanjangannya pada 2019. Tapi ini produksi akan turun kalau tidak ada investasi baru dan menjadi gangguan ke pendapatan jadi pemerintah juga berkepentingan produksi bertambah, kalau tidak APBN langsung kolaps karena nilainya besar,” ujar Teten
Posted BINGKAI SUMUT