Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho
Ia mengatakan hal itu usai membuka acara Musyawatah Provinsi V Kamar Dagang dan Industri Indondsia (Kadin) Sumut.
Menurut dia, dorongan itu semakin kuat karena melihat potensi yang besar dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia di Sumut yang ditandai dengan banyaknya barang ekspor dari daerah itu dan diliriknya Sumut sebagai tempat investasi.
“Namun, karena masih cenderung mengekspor dalam prodk bahan baku atau setengah jadi, nilai tambah yang didapat Sumut relatif kecil. Bahkan karena kembali mengimpor bahan setengah jadi atau bahan jadi seperti untuk produk karet dan sawit, impor Sumut tren menaik,” katanya.
Kondisi dimana impor tren menguat, semakin terasa merugikan karena akibat krisis global dewasa ini, ekspor justru menurun khususnya dalam nilai devisa menyusul harga jual komoditas yang anjlok.
Nilai ekspor Sumut pada Januari-Agustus 2012 turun 12,12 persen dari periode sama tahun lalu atau menjadi 6,965 miliar dolar AS.
“Pemerintah Sumut berupaya meningkatkan sinergi dengan pelaku industri agar ekspor Sumut terus naik yang menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi Sumut,” katanya.
Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pada acara makam malam bersama pengusaha anggota Kadin Sumut dan jajaran pemerintah Sumut, di Medan, Selasa malam, menyebutkan pengusaha diminta memperluas pasar ekspor ke pasar yang dewasa ini dianggap potensial seperti Meksiko, Korea Selatan dan Turki untuk menekan penurunan ekspor dampak krisis gobal.
“Dengan situasi krisis ekonomi di AS (Amerika Serikat) dan Eropa yang masih berkepanjangan, eksportir nasional memang harus memperluas pasar ekspor guna menekan penurunan ekspor,”katanya.
Eksportir harus membuat strategi seperti yang dilakukan importir asing yang melirik Indonesia karena dinilai sebagai pasar potensial dengan pasar domestiknya.
“Kadin mendorong eksportir untuk memperluas pangsa pasar dan terus melobi pemerintah untuk memberikan berbagai kemudahan kepada pengusaha untuk menjaga agar ekspor tidak turun terus,”katanya.
Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan pendukung ekspor seperti insentif pajak, kemudahan pengurusan perizinan, pembangunan infrastruktur atau lainnya yang membuat pengusaha tetap bergairah menjalankan bisnisnya dan ekspor.
Posting Komentar